Minggu, 03 Juni 2018

marketing planning


Atlanta Cafe






DESKRIPSI PRODUK                                                                
        Atlanta Cafe ini beralamat di Jl. Ahmad Yani ,Serang-Banten. Design cafe kami memberikan kesan artistik dan homey. Dengan konsep cafe yang begitu modern, kami tetap menyuguhkan makanan-makanan bernuansa Indonesia dengan harga yang sangat terjangkau.
        Jam operasional cafe ini dimulai pukul 10.00 s/d 00.00 WIB. Tidak lupa kami pun menyediakan fasilitas free wifi. Sesuai dengan segmen pasar kami yaitu remaja dan mahasiswa/i yang membutuhkan tempat untuk makan ataupun  sekedar berkumpul bersama teman-teman. 
VISI
        Kami ingin cafe ini menjadi pilihan utama untuk konsumen bisa mendapatkan makanan dan minuman dengan kualitas yang baik, serta tempat yang nyaman.
MISI
·   Selalu mengutamakan kualitas produk
·   Selalu meningkatkan pelayanan dan kualitas produk
·   Membuat inovasi-inovasi dalam produk yang kami sajikan



ALASAN
        Karena kami hampir tidak pernah menemukan cafe yang nyaman untuk berkumpul, namun tetap mengedepankan kualitas makanan dan minuman terbaik dengan harga yang terjangkau.
TUJUAN
        Tujuan kami membuat cafe ini adalah untuk menjadi salah satu pilihan yang tepat, bagi segmen pasar kami yang ingin memiliki ruang yang nyaman untuk berkumpul, menikmati makanan serta minuman yang enak dan beragam dengan harga yang terjangkau.

ANALISIS PEMASARAN
1.     Produk
-         Tipe                : Makanan dan Minuman
-         Brand              : Atlanta Cafe
-         Kualitas          : Menggunakan bahan makan yang segar dengan harga yang terjangkau.
2.     Harga
-         Makanan         : Rp 15.000 – Rp 35.000
-         Minuman        : Rp 5.000 – Rp 20.000

3.     Promosi
-         Advertising             : Melalui media sosial (Instagram, Twitter, dan Youtube).
-         Sales Promotion     : Membagikan brosur cafe di tempat-tempat ramai.
-         Personal Selling      : Mempromosikan cafe secara langsung kepada pelanggan.
4.     Tempat
Berlokasi di wilayah Serang.
TARGET PASAR
Demografi
Jenis Kelamin                : Laki-laki & Perempuan
Usia                               : 18 – 30 tahun
Pekerjaan                                 : Pelajar, mahasiswa/i, wira swasta, karyawan, dll.
Status sosial                            : C – A
Geografis                                 : Banten





       
STRATEGI PEMASARAN
·   Riset Pasar
Proses riset dilakukan secara online maupun offline. Target untuk mendapatkan data mengenai beberapa contoh konsep usaha sejenis.
·   Menentukan Brand dan Branding dari usaha
Kami harus menentukan desain cafe, serta memilih makanan apa saja yang bisa kami masukkan kedalam menu cafe kami.
·   Soft Opening
Setelah seluruh persiapan selesai, kami melaksanakan soft opening. Dimana kami akan memberikan potongan harga selama beberapa hari. Pada saat pelaksanaan soft opening juga kami akan melempar quesioner untuk mendapatkan tanggapan konsumen terhadap konsep usaha, produk, juga pelayanan kami.
Dalam soft opening ini juga kami turut mengundang beberapa food blogger lokal untuk memberikan review dan promosi dari usaha kami.
·   Media Sosial
Kami membuat media sosial dengan tujuan memberikan informasi mengenai cafe kami. Mulai dari menu-menu yang tersedia sampai dengan promo yang kami berikan.


·   Kupon diskon/promo
Kami membagikan kupon diskon atau promo melalui kuis-kuis yang kami adakan di media sosial kami.
·   Aplikasi Makanan
Kami juga akan bekerja sama dengan aplikasi makanan, seperti Go-Food untuk mempermudah orang-orang yang belum sempat datang ke Atlanta Cafe sehingga dapat memesan melalui aplikasi makanan tersebut.

etika jurnalistik



Pengertian Kode Etik Jurnalistik Secara Umum
    Kode etik berasal dari dua kata,yakni kode yang berarti adalah sistem pengaturan-pengaturan.Dan etik yang berarti adalah norma perilaku,suatu perbuatan dikategorikan etis apabila sesuai dengan aturan yang menuntun perilaku baik manusia.Sedangkan jurnalistik sendiri memiliki arti adalah sebuah profesi dalam kegiatan tulis menulis berita atau kewartawanan.Kode etik ialah norma yang diterima oleh kelompok tertentu sebagai pedoman dalam tingkah laku.Kode etik jurnalistik merupakan himpunan etika para profesi kewartawanan dan ditetapkan  oleh dewan pers.Dewan pers merupakan sebuah badan atau lembaga yang mengawasi dan mengontrol kegiatan jurnalistik atau segala sesuatu yang berkaitan dengan pers.Etika pers adalah etika semua orang yang terlibat dalam kegiatan pers,yang terdiri dari kewajiban pers,baik dan buruknya,pers yang benar dan pers yang mengatur tingkah laku pers.Sumber etika pers adalah keadaan moral pers mengenai pengetahuan baik dan buruk,benar dan salah,serta tepat dan tidak tepat bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan pers.Kode etik memiliki beberapa ciri-ciri,antara lain yaitu sebagai berikut:

1)    Kode etik dibuat dan disusun oleh organisasi profesi yang bersangkutan.Dan sesuai dengan aturan organisasi dan bukan dari pihak luar.
2)    Sanksi bagi siapa saja yang melanggar kode etik bukan pidana,melainkan bersifat moral atau mengikat secara moral pada anggota kelompok tersebut.
3)    Daya jangkau suatu kode etik hanya berlaku pada anggota organisasi yang memiliki kode etik tersebut bukan pada organisasi lain.
Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers, kode etik jurnalistik adalah himpunan etika profesi wartawan.

Dalam buku Kamus Jurnalistik (Simbiosa Bandung 2009) saya mengartikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) atau Kannos of Journalism sebagai pedoman wartawan dalam melaksanakan tugasnya sebagai landasan moral atau etika profesi yang bisa menjadi pedoman operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan.

Untuk wartawan Indonesia, kode etik jurnalistik pertama kali dikeluarkan dikeluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi tunggal wartawan seluruh Indonesia pasa masa Orde Baru. 
3.Kode Etik Jurnalistik
      Kode etik jurnalistik adalah sejumlah aturan-aturan dasar yang mengikat seluruh profesi kewartawanan dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai wartawan.Kode etik jurnalistik  merupakan sebuah hal yang digunakan sebagai landasan pers dalam menjalankan kegiatannya.Hal ini dapat kita lihat karena sudah tercantum dalam rules of the game untuk pers,antara lain yaitu sebagai berikut:

1)    Landasan Idiil             :  Pancasila
2)    Landasan Konstitusi   : Undang-Undang Dasar 1945 ( UUD 1945)
3)    Landasan Yuridis        : Undang-Undang Pokok Pers
4)    Landasan Strategis     : Garis Besar Haluan Negara (GBHN)
5)    Landasan Profesional  : Kode Etik Jurnalistik
6)    Landasan Etis              : Tata Nilai Yang Berlaku Dalam Masyarakat

Kode etik jurnalistik menurut :
DR.James J. kode etik adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkh laku seseorang dalam mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan moral. Kode etik yang berlaku untuk james juga adalah bentuk cara manusia untuk menentukan yang benar dan salah dengan akal budi yang dimilikinya.

Aliansi Jurnalis Independen percaya bahwa kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Dalam menegakkan kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik atas informasi, anggota AJI wajib mematuhi Kode Etik sebagai berikut:
Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
Jurnalis selalu menguji informasi dan hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
Jurnalis tidak mencampuradukkan fakta dan opini.
Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Jurnalis memberikan tempat bagi pihak yang tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.
Jurnalis mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan, pemberitaan serta kritik dan komentar.
Jurnalis menolak segala bentuk campur tangan pihak manapun yang menghambat kebebasan pers dan independensi ruang berita.
Jurnalis menghindari konflik kepentingan.
Jurnalis menolak segala bentuk suap.
Jurnalis menggunakan cara yang etis dan profesional untuk memperoleh berita, gambar, dan dokumen.
Jurnalis segera meralat atau mencabut berita yang diketahuinya keliru atau tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada publik.
Jurnalis melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.
Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Jurnalis tidak menjiplak.
Jurnalis menolak praktik-praktik pelanggaran etika oleh jurnalis lainnya.
Jurnalis menolak kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, agama, pandangan politik, orang berkebutuhan khusus atau latar belakang sosial lainnya.
Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberikan informasi latar belakang, off the record, dan embargo.
Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku serta korban tindak pidana di bawah umur.
Jurnalis menghormati privasi, kecuali untuk kepentingan publik. 
Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual.
JurnalisJurnalisJurnalisJurnalisJurnalisJurnalisJurnalisJurnalis menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak beritikad buruk, menghindari fitnah, pencemaran nama dan pembunuhan karakter.

Pemasaran Public Relation


PENDAHULUAN
Pada umumnya setiap perusa-haan selalu ingin mencapai sukses dalam bidang usahanya, dalam arti selalu berusaha agar kelangsungan hidup usahanya tetap berhasil. Keadaan tersebut dapat tercapai atau terjadi apabila perusahaan berhasil memasarkan produk yang dihasilkan dengan baik. Dengan demikian pemasaran perlumendapat perhatian perusahaan dengan tanpa menga-baikan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kegiatan produksi, keuangan, personalia dan lain sebagainya.
Dikaitkan dengan keadaan dewasa ini dimana persaingan dunia usaha menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat berakibat jumlah penjualan produk dari waktu ke waktu akan mengalami pasang surut. Gelombang naik turunnya penjualan tersebut dapat kecil dan dapat pula semakin besar. Kenyataan inilah yang mengundang perusahaan untuk berpikir faktor apakah yang dapat mempengaruhi perkembangan penjualan produknya. Besar kecilnya perkembangan penjualan pada hake-katnya dipengaruhi dua faktor utama, yaitu faktor ekstern dan faktor intern.
Faktor eksteren merupakan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, faktor tersebut berupa antara lain: situasi pereko-nomian, kebijakan pemerintah, kea-daan pesaing serta selera dari konsu-men itu sendiri. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan, faktor tersebut antara lain berupa keadaan produk, penetapan harga, cara-cara promosi, saluran distribusi dan kegiatan penjualan itu sendiri.
Dalam pemasaran diperlukan adanya kemampuan pengetahuan produk dan teknik menjual guna mempermudah dalam menjalankan tugasnya serta meningkatkan pen-jualan. Sedangkan daya juang diper-lukan agar bersemangat dan mem-punyai kekuatan secara spiritual serta tidak merasa bosan dan bimbang dalam pekerjaannya









KONSEP

Sebagai mana umumnya kita mengenal Public Relations pada dasarnya adalah suatu seni untuk menciptakan saling pengertian antara kedua belah pihak yang lebih baik sehingga memperbesar kepercayaan terhadap sesuatu organisasi, perusa-haan atau seseorang.
Jadi public relations adalah suatu kegiatan timbal balik antara lembaga dan publiknya, baik intern maupun ekstern. Public Relations merupakan fungsi manajemen yang bertujuan untuk membangun image, dan mem-bina saling pengertian diantara kedua pihak. Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting dalam membantu pemasaran.
W. Emerson Reck berpen-dapat public relations merupakan kelan-jutan dari proses pendapatan kebijak-sanaan, penentuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepen-tingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan good will dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaan, pelayanan dan sikap untuk menjamin adanya pegertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. Ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Frank Jefkin yang mengatakan Public Relations berarti menciptakan saling pengertian. Public Relationsadalah suatu untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus melakukan sesuatu. Tetapi dalam kenyataannya kita tidak akan mendapatkan apapun bila tidak berbuat sesuatu. Sekarang menjadi pertanyaan besar, apa public relations profitable atau investasi dalam kegiatan pemasaran? Menurut penulis public relations investasi jangka panjang dalam kegiatan pemasaran, hasilnya dirasakan dalam waktu yang lama selaras dengan tugas jangka panjangnya membina nama baik perusahaan, mendidik konsumen dan menciptakan citra.
Pemasaran dizaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini tidak cukup hanya dengan model pemasaran konvensional yang sering dikenal dengan bauran 4 P (Produk, Price, Place, Promotion) tetapi harus ditambah dengan public relations dalam menghadapi persaingan yang semakin sengit. Citra organisasi yang baik dan produk, itulah kunci pertama meme-nangkan konsumen, kalau organisasi atau produk tidak dikenal mana mungkin ada penjualan. Bagi praktisi public relations, kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan meya-kinkan pelanggan dan mitra usaha, kerja untuk negosiasi sehingga ter-jalinnya saling pengertian yang positif. Produk yang ditawarkan secara sistematis dirancang cara menjalan-kannya, pendekatan persuasif dan kelincahan bernegosiasi dengan perhi-tungan untung rugi yang terkakulisasi merupakan teknik public relationsuntuk mencapai tujuan organisasi. Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting dalam membantu pemasaran. Saat ini belum banyak yang meman-faatkan fungsinya bagi keberhasilan pemasaran. Ini mudah dimengerti karena selama ini public relations berbicara dengan beragam publik, pemegang saham, karyawan, badan legislatif, pimpinan, komunitas, sehingga peran public relations sebagai pendukung produk pemasaran cende-rung diabaikan.
Departemen public relations umumnya memiliki 5 (lima) kegiatan yang sebagian besar aktivitasnya adalah:
  1. Hubungan dengan pers
  2. Publisitas
  3. Komunikasi Perusahaan, kegi-atan yang meliputi komunikasi internal dan eksternal untuk meningkatkan saling pengertian
  4. Lobbying
  5. Counselling
Biasanya manager pemasaran dan praktisi public relations tidak selalu berbicara dalam bahasa yang sama, satu perbedaan pokok adalah bahwa manajer pemasaran lebih orientasi pada laba penjualan, sedangkan praktisi public relations melihat tugasnya sebagai menyebarluaskan informasi dengan strategi komunikasi yang jitu.
Hal tersebut di atas dapat diatasi dengan:
1.       Praktisi public relations market oriented yaitu dengan mengelola semua aktivitas public relationsnya dengan gagasan agar berbagai aktivitas tersebut akan dapat menunjang pemasaran perusahaan dalam meningkatkan laba.
2.     Membentuk bagian khusus dengan sebutan public relations pemasaran yang dapat secara langsung men-dukung pengenalan produk dan juga membangun citra, antara lain dengan cara memastikan ruang editorial (bukan ruang iklan) di media massa yang akan dibaca, dilihat, atau didengar oleh para pelanggan dengan maksud khu-susnya untuk tercapainya sasaran penjualan.
Public Relations pemasaran dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan :
1.       Membantu peluncuran produk baru dengan mensponsori acara
2.  Membantu reposisi sebuah produk, mengkampanyekan beru-lang-ulang sebuah program/ kegiatan hingga bisa  diterima oleh masyarakat
3.       Mempengaruhi kelompok tertentu
4.      Mempertahankan produk-produk yang terganggu oleh masalah public. Kasus lemak babi dan biskuit beracun dalam memanfaatkan public relations adalah salah satu contoh yang dapat menyelamatkan perusahaan dari kepunahan.
5.    Membangun citra perusahaan yang menguntungkan penjualan produk
Pemanfaatan dan Keputusan Penting Dalam Marketing PR

Banyak perusahaan yang memanfaatkan dan menggunakan public relations pemasaran dalam me-ningkatkan kesadaran masyarakat ter-hadap produk baru maupun produk yang sudah mapan.
Bagi kebanyakan perusahaan public relations pemasaran ini benar-benar efektif, dari dalam beberapa kasus biayanya lebih efisien diban-dingkan iklan namun demikian seluruh konsep, strategi serta tekniknya di rencanakan bersama dengan bagian pemasaran. Konsep, strategi serta teknik digunakan bauran 6 P (price, product, place, promotions, public relations, power).
Pemasaran memerlukan lebih banyak ketrampilan memanfaatkan sumber daya public relations, kerana public relations menciptakan dampak yang bersumber pada peningkatan kesadaran masyarakat dengan biaya periklanan yang relatif lebih sedikit.
Public relations tidak membayar ruang dalam media tetapi mengem-bangkan stafnya mengelola event-event tertentu. Jika news valuenya tinggi dan menarik, akan dimuat dalam semua media massa serta dapat berharga jutaan rupiah jika dinilai dengan periklanan. Lagi pula karena berita tersebut dapat berupa ulasan atau editorial maka lebih terpercaya dari pada iklan. Kadang-kadang hasil dari satu strategy public relations yang terpadu dapat mengagumkan.
Perimbangan dapat dilaksa-nakan dengan pemanfaatkan dari alat public relations yaitu:
  1. Berita Press Realise
  2. Pidato
  3. Event
  4. Tulisan/tajuk/ulasan/editorial
  5. Audio/visual/slide presentasi
  6. Corporate identity
  7. Pelayanan Informasi, telepon, dll
PEMBAHASAN


Strategi Public Relations dan Keputusan Penting dalam Pemasaran

Pertimbangan kapan dan bagaimana menggunakan public relations sudah harus ditentukan oleh mana-jemen puncak dengan menetapkan sasaran pemasaran, pemilihan pesan dan sarana public relations yang akan dipakai serta mengevaluasi hasil public relations dalam satu konsep pemasaran.Sedangkan menetapkan sarana pemasaran dapat dibantu oleh public relations dengan:
  1. Menciptakan kesadaran dengan memuat berita sebuah produk, pelayanan, tokoh-tokoh yang menunjang
  2. Membangun kredibilitas dengan mengkomunikasikan pesan dalam konteks editorial
  3. Memotivasi tenaga penjualan, melatih dan mengembangkan
  4. Menekan budget promosi, kerana biaya public relations lebih rendah dari pada biaya periklanan, maka dengan tujuan untuk menekan biaya akan merupakan alasan kuat untuk menggunakan public relations agar dapat memper-oleh share of mind.
Praktisi public relations mengem-bangkan banyak kisah yang menarik yang bercerita sekitar produk, juga dapat ditunjang dengan banyak ide yang orisinal untuk mengem-bangkan acara-acara yang berbeda yang dilakukan oleh pesaing.

Perbedaan Tujuan Antara Pemasaran dan Public Relations dan dengan Iklan

Penasaran tujuan jangka pendek, tujuan jangka pendeknya adalah meningkatkan penjualan, meng-umumkan penyempurnaan produk atau peluncuran produk baru, meng-umumkan penunjukan agen baru. Sedangkan public relations tujuan jangka, tujuan jangka panjang adalah membina nama baik perusahaan, mendidik konsumen, menciptakan citra. Perbe-daan dan persamaan public Relations dengan iklan. Persamaannya iklan dan public relations mempunyai kekuatan yang berbeda. Citra perusahaan secara keseluruhan terbentuk dari gabungan sesuatu yang tidak terhitung, tetapi perbedaan produknya dan iklan tetap ada, sehingga iklan akan terintergrasi dengan promosi, nama, gaya dan simbol-simbol lainnya dalam perusa-haan sudah termasuk dalam kegiatan public relations.
Beberapa bentuk iklan seperti iklan keuangan, paling sering dipakai dalam kegiatan public relations. Akibat dari hasil penjelasan dari dalam, seperti laporan akuntansi, laporan perusahaan biasanya dilakukan sesering mungkin sesuai dengan gaya public relations yang dipakai di dalam perusahan.
Perbedaan Public Relations dengan Iklan. Public relations, promotions company or organisations, makes the company act so that it fits in with prevailing environment and social and political and purchasing decision currents sincreasing sales, more longer term planning and cohesiveness reguired, geared to many publics internal, external government, shareholders, etc, space time in news earned through imagization news value, press agentry. Iklan, promotes product, geared towards buying, shortter term, geared towords markets, customers mainly, bought space other than promotional event such as sweepstakes, etc.

Proses Perencanaan Public Relations dalam Pemasaran

Dalam proses perencanaan public relations pada kegiatan pemasaran yang pertama dilakukan adalah menen-tukan sasaran penerima selanjutnya menentukan Tujuan, kemudian terus melakukan menentukan pesan yang ingin disampaikan dan formatnya dan selanjutnya melakukan pelaksanaan dan evaluasi.














KESIMPULAN


Setiap perusahaan yang ingin mencapai sukses, selalu berusaha memasarkan produknya yang dihasil-kan dengan baik. Pemasaran selalu mendapat perhatian yang lebih dengan tanpa mengabaikan kegiatan-kegiatan lain seperti produksi, keuangan, personalia dan lain sebagainya. Dalam era yang sangat kompetitif dan banyak pemain dalam memasarkan pro-duknya, setiap perusahaan kini meng-gunakan kegiatan public relations, sehingga melahirkan apa yang kita kenal dengan kegiatan marketing public relations.



























Daftar Pustaka

Jepkins, Frank, ”Public Relations Untuk Bisnis”, Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1994.
Efendy, O. Onong,”Hubungan Insani”, Remaja Karya, Jakarta, 1988.
Katz, Bernase,”Bagaimana Mema-sarkan Jasa Profesional”, Binaman Pressindo, Jakarta, 1991.
Rogers, M. Everest et. Al, “Comunication of Innovations”, Remaja Karya, Jakarta, 1981.

Perubahan diri dan sosial

 Serang, 16 Oktober 2018  Nama saya Alan Adhitia, saya lahir dan besar di kota serang. Saya ingin sedikit berbagi pengalaman tentang kehid...