PENDAHULUAN
Pada umumnya setiap perusa-haan selalu ingin mencapai sukses
dalam bidang usahanya, dalam arti selalu berusaha agar kelangsungan hidup
usahanya tetap berhasil. Keadaan tersebut dapat tercapai atau terjadi apabila
perusahaan berhasil memasarkan produk yang dihasilkan dengan baik. Dengan
demikian pemasaran perlumendapat perhatian perusahaan dengan tanpa menga-baikan
kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kegiatan produksi, keuangan, personalia dan
lain sebagainya.
Dikaitkan dengan keadaan dewasa ini dimana persaingan dunia
usaha menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat berakibat jumlah
penjualan produk dari waktu ke waktu akan mengalami pasang surut. Gelombang
naik turunnya penjualan tersebut dapat kecil dan dapat pula semakin besar.
Kenyataan inilah yang mengundang perusahaan untuk berpikir faktor apakah yang
dapat mempengaruhi perkembangan penjualan produknya. Besar kecilnya
perkembangan penjualan pada hake-katnya dipengaruhi dua faktor utama, yaitu
faktor ekstern dan faktor intern.
Faktor eksteren merupakan faktor yang tidak dapat
dikendalikan oleh perusahaan, faktor tersebut berupa antara lain: situasi
pereko-nomian, kebijakan pemerintah, kea-daan pesaing serta selera dari
konsu-men itu sendiri. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang dapat
dikendalikan oleh perusahaan, faktor tersebut antara lain berupa keadaan
produk, penetapan harga, cara-cara promosi, saluran distribusi dan kegiatan
penjualan itu sendiri.
Dalam pemasaran diperlukan adanya kemampuan pengetahuan
produk dan teknik menjual guna mempermudah dalam menjalankan tugasnya serta
meningkatkan pen-jualan. Sedangkan daya juang diper-lukan agar bersemangat dan
mem-punyai kekuatan secara spiritual serta tidak merasa bosan dan bimbang dalam
pekerjaannya
KONSEP
Sebagai mana umumnya kita mengenal Public Relations pada
dasarnya adalah suatu seni untuk menciptakan saling pengertian antara kedua
belah pihak yang lebih baik sehingga memperbesar kepercayaan terhadap sesuatu
organisasi, perusa-haan atau seseorang.
Jadi public relations adalah suatu kegiatan
timbal balik antara lembaga dan publiknya, baik intern maupun ekstern. Public
Relations merupakan fungsi manajemen yang bertujuan untuk
membangun image, dan mem-bina saling pengertian diantara kedua
pihak. Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting
dalam membantu pemasaran.
W. Emerson Reck berpen-dapat public relations merupakan
kelan-jutan dari proses pendapatan kebijak-sanaan, penentuan pelayanan dan
sikap yang disesuaikan dengan kepen-tingan orang-orang atau golongan agar orang
atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan good will dari
mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaan, pelayanan dan sikap untuk menjamin
adanya pegertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. Ini sejalan dengan apa
yang dikemukakan oleh Frank Jefkin yang mengatakan Public Relations berarti
menciptakan saling pengertian. Public Relationsadalah suatu untuk
mendapatkan sesuatu tanpa harus melakukan sesuatu. Tetapi dalam kenyataannya
kita tidak akan mendapatkan apapun bila tidak berbuat sesuatu. Sekarang menjadi
pertanyaan besar, apa public relations profitable atau
investasi dalam kegiatan pemasaran? Menurut penulis public relations investasi
jangka panjang dalam kegiatan pemasaran, hasilnya dirasakan dalam waktu yang
lama selaras dengan tugas jangka panjangnya membina nama baik perusahaan,
mendidik konsumen dan menciptakan citra.
Pemasaran dizaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini
tidak cukup hanya dengan model pemasaran konvensional yang sering dikenal
dengan bauran 4 P (Produk, Price, Place, Promotion) tetapi
harus ditambah dengan public relations dalam menghadapi
persaingan yang semakin sengit. Citra organisasi yang baik dan produk, itulah
kunci pertama meme-nangkan konsumen, kalau organisasi atau produk tidak dikenal
mana mungkin ada penjualan. Bagi praktisi public relations,
kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan meya-kinkan pelanggan dan mitra
usaha, kerja untuk negosiasi sehingga ter-jalinnya saling pengertian yang
positif. Produk yang ditawarkan secara sistematis dirancang cara menjalan-kannya,
pendekatan persuasif dan kelincahan bernegosiasi dengan perhi-tungan untung
rugi yang terkakulisasi merupakan teknik public relationsuntuk
mencapai tujuan organisasi. Public Relations adalah salah satu
fungsi yang penting dalam membantu pemasaran. Saat ini belum banyak yang
meman-faatkan fungsinya bagi keberhasilan pemasaran. Ini mudah dimengerti
karena selama ini public relations berbicara dengan beragam
publik, pemegang saham, karyawan, badan legislatif, pimpinan, komunitas,
sehingga peran public relations sebagai pendukung produk
pemasaran cende-rung diabaikan.
Departemen public
relations umumnya memiliki 5 (lima) kegiatan yang sebagian besar
aktivitasnya adalah:
- Hubungan dengan pers
- Publisitas
- Komunikasi Perusahaan, kegi-atan yang meliputi
komunikasi internal dan eksternal untuk meningkatkan saling pengertian
- Lobbying
- Counselling
Biasanya manager pemasaran dan praktisi public
relations tidak selalu berbicara dalam bahasa yang sama, satu
perbedaan pokok adalah bahwa manajer pemasaran lebih orientasi pada laba
penjualan, sedangkan praktisi public relations melihat
tugasnya sebagai menyebarluaskan informasi dengan strategi komunikasi yang
jitu.
Hal tersebut di atas dapat diatasi dengan:
1. Praktisi public
relations market oriented yaitu dengan mengelola semua
aktivitas public relationsnya dengan gagasan agar berbagai
aktivitas tersebut akan dapat menunjang pemasaran perusahaan dalam meningkatkan
laba.
2. Membentuk bagian khusus dengan
sebutan public relations pemasaran yang dapat secara langsung
men-dukung pengenalan produk dan juga membangun citra, antara lain dengan cara
memastikan ruang editorial (bukan ruang iklan) di media massa yang akan dibaca,
dilihat, atau didengar oleh para pelanggan dengan maksud khu-susnya untuk tercapainya
sasaran penjualan.
Public
Relations pemasaran
dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan :
1. Membantu peluncuran produk
baru dengan mensponsori acara
2. Membantu reposisi sebuah produk, mengkampanyekan
beru-lang-ulang sebuah program/ kegiatan hingga bisa diterima oleh
masyarakat
3. Mempengaruhi kelompok
tertentu
4. Mempertahankan
produk-produk yang terganggu oleh masalah public. Kasus lemak
babi dan biskuit beracun dalam memanfaatkan public relations adalah
salah satu contoh yang dapat menyelamatkan perusahaan dari kepunahan.
5. Membangun citra perusahaan yang
menguntungkan penjualan produk
Pemanfaatan dan Keputusan Penting
Dalam Marketing PR
Banyak perusahaan yang memanfaatkan dan menggunakan public
relations pemasaran dalam me-ningkatkan kesadaran masyarakat ter-hadap
produk baru maupun produk yang sudah mapan.
Bagi kebanyakan perusahaan public relations pemasaran
ini benar-benar efektif, dari dalam beberapa kasus biayanya lebih efisien
diban-dingkan iklan namun demikian seluruh konsep, strategi serta tekniknya di
rencanakan bersama dengan bagian pemasaran. Konsep, strategi serta teknik
digunakan bauran 6 P (price, product, place, promotions, public relations,
power).
Pemasaran memerlukan lebih banyak ketrampilan memanfaatkan
sumber daya public relations, kerana public relations menciptakan
dampak yang bersumber pada peningkatan kesadaran masyarakat dengan biaya
periklanan yang relatif lebih sedikit.
Public relations tidak membayar ruang dalam
media tetapi mengem-bangkan stafnya mengelola event-event tertentu. Jika news
valuenya tinggi dan menarik, akan dimuat dalam semua media massa serta
dapat berharga jutaan rupiah jika dinilai dengan periklanan. Lagi pula karena
berita tersebut dapat berupa ulasan atau editorial maka lebih terpercaya dari
pada iklan. Kadang-kadang hasil dari satu strategy public relations yang
terpadu dapat mengagumkan.
Perimbangan
dapat dilaksa-nakan dengan pemanfaatkan dari alat public relations yaitu:
- Berita Press Realise
- Pidato
- Event
- Tulisan/tajuk/ulasan/editorial
- Audio/visual/slide presentasi
- Corporate identity
- Pelayanan Informasi, telepon, dll
PEMBAHASAN
Strategi Public
Relations dan Keputusan Penting dalam Pemasaran
Pertimbangan kapan dan bagaimana menggunakan public
relations sudah harus ditentukan oleh mana-jemen puncak dengan
menetapkan sasaran pemasaran, pemilihan pesan dan sarana public
relations yang akan dipakai serta mengevaluasi hasil public
relations dalam satu konsep pemasaran.Sedangkan menetapkan sarana
pemasaran dapat dibantu oleh public relations dengan:
- Menciptakan kesadaran dengan memuat berita sebuah
produk, pelayanan, tokoh-tokoh yang menunjang
- Membangun kredibilitas dengan mengkomunikasikan pesan
dalam konteks editorial
- Memotivasi tenaga penjualan, melatih dan mengembangkan
- Menekan budget promosi, kerana
biaya public relations lebih rendah dari pada biaya
periklanan, maka dengan tujuan untuk menekan biaya akan merupakan alasan
kuat untuk menggunakan public relations agar dapat
memper-oleh share of mind.
Praktisi public
relations mengem-bangkan banyak kisah yang menarik yang bercerita
sekitar produk, juga dapat ditunjang dengan banyak ide yang orisinal untuk
mengem-bangkan acara-acara yang berbeda yang dilakukan oleh pesaing.
Perbedaan Tujuan Antara Pemasaran
dan Public Relations dan dengan Iklan
Penasaran tujuan jangka pendek, tujuan jangka pendeknya
adalah meningkatkan penjualan, meng-umumkan penyempurnaan produk atau
peluncuran produk baru, meng-umumkan penunjukan agen baru. Sedangkan public
relations tujuan jangka, tujuan jangka panjang adalah membina nama
baik perusahaan, mendidik konsumen, menciptakan citra. Perbe-daan dan
persamaan public Relations dengan iklan. Persamaannya iklan
dan public relations mempunyai kekuatan yang berbeda. Citra
perusahaan secara keseluruhan terbentuk dari gabungan sesuatu yang tidak
terhitung, tetapi perbedaan produknya dan iklan tetap ada, sehingga iklan akan
terintergrasi dengan promosi, nama, gaya dan simbol-simbol lainnya dalam
perusa-haan sudah termasuk dalam kegiatan public relations.
Beberapa bentuk iklan seperti iklan keuangan, paling sering
dipakai dalam kegiatan public relations. Akibat dari hasil
penjelasan dari dalam, seperti laporan akuntansi, laporan perusahaan biasanya
dilakukan sesering mungkin sesuai dengan gaya public relations yang
dipakai di dalam perusahan.
Perbedaan Public Relations dengan
Iklan. Public relations, promotions company or organisations, makes the
company act so that it fits in with prevailing environment and social and
political and purchasing decision currents sincreasing sales, more longer term
planning and cohesiveness reguired, geared to many publics internal, external
government, shareholders, etc, space time in news earned through imagization
news value, press agentry. Iklan, promotes product, geared towards buying,
shortter term, geared towords markets, customers mainly, bought space other
than promotional event such as sweepstakes, etc.
Proses
Perencanaan Public Relations dalam Pemasaran
Dalam proses perencanaan public relations pada
kegiatan pemasaran yang pertama dilakukan adalah menen-tukan sasaran penerima
selanjutnya menentukan Tujuan, kemudian terus melakukan menentukan pesan yang
ingin disampaikan dan formatnya dan selanjutnya melakukan pelaksanaan dan
evaluasi.
KESIMPULAN
Setiap
perusahaan yang ingin mencapai sukses, selalu berusaha memasarkan produknya
yang dihasil-kan dengan baik. Pemasaran selalu mendapat perhatian yang lebih
dengan tanpa mengabaikan kegiatan-kegiatan lain seperti produksi, keuangan, personalia
dan lain sebagainya. Dalam era yang sangat kompetitif dan banyak pemain dalam
memasarkan pro-duknya, setiap perusahaan kini meng-gunakan kegiatan public
relations, sehingga melahirkan apa yang kita kenal dengan kegiatan
marketing public relations.
Daftar Pustaka
Jepkins,
Frank, ”Public Relations Untuk Bisnis”, Pustaka Binaman Pressindo,
Jakarta, 1994.
Efendy,
O. Onong,”Hubungan Insani”, Remaja Karya, Jakarta, 1988.
Katz,
Bernase,”Bagaimana Mema-sarkan Jasa Profesional”, Binaman Pressindo,
Jakarta, 1991.
Rogers, M. Everest et. Al, “Comunication of
Innovations”, Remaja Karya, Jakarta, 1981.